Siapa Saja Guru KH. Ahmad Dahlan?
Jujur saja, catatan dan pembahasan tentang siapa saja guru KH. Ahmad Dahlan cukup sulit ditemukan. Oleh karena itu, banyak kader Muhammadiyah sendiri yang bingung ketika ditanya siapa saja guru beliau.
Sebenarnya, dalam tradisi keilmuan Islam, mengetahui rantai atau sanad keilmuan seorang guru itu penting, dan fungsinya pun banyak.
Alhamdulillah, saya memiliki beberapa buku yang di dalamnya terdapat catatan mengenai siapa saja guru beliau, baik yang ditemui di Nusantara maupun di Makkah.
Berikut ini adalah guru-guru beliau yang saya bagi menjadi tiga bagian.
1. Guru yang beliau temui dan pelajari langsung di Nusantara:
- Ayah beliau sendiri, KH Abu Bakar
- KH Muhammad Saleh (ipar beliau), terutama dalam ilmu fikih
- Kiai Muhammad Nur (ipar beliau)
- KH Sa’id
- KH Mukhsin (ipar beliau), terutama dalam ilmu nahwu
- Kiai Abdul Hamid Lempuyangan
- Raden Ngabehi Sosrosugondo
- Raden Wedana Dwijosewoyo
- Kiai Makhfudh, terutama dalam ilmu hadis
- KH Raden Dahlan Semarang, terutama dalam ilmu falak
- Syekh Saleh Darat, terutama dalam ilmu falak dan akidah
- Syekh Muhammad Jamil Jambek (Bukittinggi)
- Syekh Khayyat, terutama dalam ilmu hadis
2. Guru yang beliau temui dan pelajari langsung di Makkah:
- KH Asy’ari Baceyan, terutama dalam ilmu falak
- Syekh Ali Mishri, terutama dalam ilmu qira’at Al-Qur’an
- Sayyid Bakri Syatha, penulis kitab I’anah at-Thalibin, terutama dalam ilmu qira’at dan fikih
- Syekh Amin, terutama dalam ilmu qira’at Al-Qur’an
- Syekh Hasan, terutama dalam ilmu pengobatan dan berbagai racun binatang
- Syekh Baqir (Yogyakarta), masih keluarga beliau, mempelajari berbagai cabang ilmu dan hikmah kehidupan
- Syekh Mahfudz at-Tarmasi, terutama dalam ilmu hadis
- Syekh Sa’id Babashil, mufti mazhab Syafi’i di Makkah saat itu, terutama dalam ilmu fikih
- Syekh Nawawi al-Bantani
- KH Mas Abdullah (Surabaya)
- KH Faqih (Maskumambang, Gresik)
- Syekh Ahmad Khatib al-Minangkabawi, terutama dalam ilmu falak dan debat
- Sayyid Muhammad Rasyid Ridha, terutama dalam pemikiran kebangkitan umat Islam secara teoritis dan pengalaman beliau di Mesir
3. Guru ruhani (para penulis kitab yang menjadi rujukan dan kesukaan beliau):
- Imam Ibnu Taimiyah (karya favorit: pembahasan bid’ah, terutama At-Tawassul wa al-Wasilah)
- Imam Ibnu Athaillah (karya favorit: Al-Hikam)
- Sayyid Jamaluddin al-Afghani (karya favorit: Al-‘Urwah al-Wutsqa)
- Syekh Muhammad Abduh (karya favorit: Risalah at-Tauhid, Al-Islam wa an-Nashraniyyah, Tafsir Juz ‘Amma, tulisan di Majalah Al-Manar, serta Tafsir Al-Manar bersama Sayyid Muhammad Rasyid Ridha)
- Syekh Rahmatullah al-Hindi (karya favorit: Izhar al-Haqq)
- Dr. Farid Wajdi (karya favorit: Dairatul Ma’arif al-Islamiyyah dan Kanzul ‘Ulum wa al-Lughah)
- Beberapa ulama bermazhab Hanbali, terutama dalam bidang hadis
Demikian yang tercatat dalam beberapa literatur karya murid dan sejarawan Muhammadiyah. Judul-judulnya telah tercantum pada sumber tulisan ini.
Semoga bermanfaat.
Sumber:
- Junus Salam. KH Ahmad Dahlan: Amal dan Perjuangannya. Al Wasat Publishing House
- Kanjeng Raden Haji Hadjid. Pelajaran KH Ahmad Dahlan: 7 Falsafah & 17 Kelompok Ayat Al-Qur’an. Lembaga Pustaka dan Informasi PP Muhammadiyah
- M. Yusron Asrofie. KH Ahmad Dahlan: Pemikiran & Kepemimpinannya. MPKSDI PP Muhammadiyah
- Abdul Munir Mulkhan. Warisan Intelektual KH Ahmad Dahlan dan Amal Muhammadiyah. PT Percetakan Persatuan Yogyakarta
- Hery Sucipto & Nadjamuddin Ramly. Tajdid Muhammadiyah dari Ahmad Dahlan hingga A. Syafi’i Maarif. Grafindo
- Tim Penulis Majelis Dikdasmen PP Muhammadiyah. Ensiklopedi Muhammadiyah. Rajawali Pers
- Dr. Safrudin Edi Wibowo. Tarikh al-Hadharah al-Islamiyyah fi Indonesia. LP3 PP Muhammadiyah

Tidak ada komentar