Header Ads

Header ADS

Belajar dari Kaum Saba, Ustaz Wiwaha Ajak Generasi Muda Muhammadiyah Tak Berpaling dari Hukum Allah

Wakil Ketua PDM Sukoharjo Ustaz KH. Wiwaha Aji Santosa, S.Pd. sedang memberikan materi di podium Masjid Baitul Ghofur Mranggen dengan latar belakang backdrop acara KMM Cabang Blimbing.
PESAN IDEOLOGI: Wakil Ketua PDM Sukoharjo, Ustaz KH. Wiwaha Aji Santosa, S.Pd., saat menyampaikan materi tentang pentingnya menjaga jati diri dan kesehatan mental generasi muda dalam acara Halalbihalal KMM Cabang Blimbing di Masjid Baitul Ghofur Mranggen, Rabu (1/4/2026). (Foto: Dok. Istimewa)

MRANGGEN – Melalui tamsil sejarah kaum Saba, Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sukoharjo, Ustaz KH. Wiwaha Aji Santosa, S.Pd., di Masjid Baitul Ghofur Mranggen, Polokarto, Sukoharjo, memperingatkan ratusan anggota Korps Mubaligh Muhammadiyah (KMM) Cabang Blimbing akan bahaya kehancuran sebuah bangsa jika generasi mudanya mengabaikan jati diri dan aturan agama, Rabu malam (1/4/2026).

Hadir dalam acara tersebut Ketua Majelis Tabligh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Blimbing, KH Sarwanto, S.Ag., Koordinator KMM Cabang Blimbing, Sarwadi, S.Pd.I., serta Ketua Takmir Masjid Baitul Ghofur sekaligus Ketua Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Mranggen, Mahfudi.

Dalam acara bertajuk Halal Bi Halal dan Pembekalan KMM tersebut, beliau mengutip kisah kaum Saba dalam Al-Qur'an sebagai peringatan keras bagi generasi masa kini. Kemakmuran sebuah negeri dapat runtuh seketika jika penduduknya, terutama anak muda, berpaling dari hukum Allah. Oleh karena itu, dakwah harus dimulai dari unit terkecil, yaitu keluarga, agar tercipta lingkungan yang kondusif bagi pendidikan anak.

Ustaz Wiwaha menekankan bahwa dakwah Muhammadiyah harus mampu menyelesaikan masalah nyata yang dihadapi generasi muda. Beliau menyoroti data memprihatinkan mengenai kondisi fisik dan mental remaja berdasarkan survei terbaru Desember 2025. Data tersebut menunjukkan sekitar 2 juta dari 20 juta remaja Indonesia mengalami gangguan kejiwaan.

"Fisik anak muda kita kebugarannya hanya di level cukup, itu pun jumlahnya juga hanya 40 persen. Padahal Rasulullah saw. berkata bahwa mukmin yang kuat lebih dicintai daripada mukmin yang lemah, maka ini penting bagi mubaligh," ujar Ustaz Wiwaha Aji Santosa.

Kembali ke Jati Diri dan Keteladanan

Selain isu kesehatan, penguatan jati diri Muhammadiyah menjadi poin krusial dalam menghadapi arus zaman. Ustaz Wiwaha mengingatkan para dai untuk tidak mudah "silau" dengan pengaruh luar yang dapat mengaburkan prinsip ideologi. Beliau mengambil pelajaran, di antaranya, dari sejarah Desa Jatisobo yang akar katanya dari "jati dan seba", yang bermakna kembali kepada jati diri yang sejati.

Keteladanan dari dai senior sangat dibutuhkan agar generasi muda tetap istiqamah dalam garis perjuangan. Perjuangan dakwah memang berat dan membutuhkan keseriusan total dari seluruh elemen Korps Mubaligh Muhammadiyah. Prinsip "sapa pengin mulya kudu wani rekasa" harus menjadi jiwa setiap kader.

"Dai senior harus memberi keteladanan pada yang muda agar istiqamah dengan jati dirinya sebagai kader Muhammadiyah, tidak mudah silau dengan yang lain," tegas Ustaz Wiwaha.

Beliau mengungkapkan keprihatinan, di antaranya, dalam penetapan Idulfitri 1447 H yang belum lama berlalu.

"Idulfitri kemarin menjadi bukti, PP Muhammadiyah sudah jelas menetapkan 1 Syawalnya Jumat, tetapi nyatanya ada beberapa aktivis kita yang lebaran di hari Sabtu," ungkapnya.

Dakwah Keluarga sebagai Solusi

Materi mengenai ketahanan keluarga kini menjadi materi wajib yang harus dikuasai oleh para mubaligh. Dengan pemahaman agama yang tuntas, para dai Muhammadiyah diharapkan mampu hadir memberikan solusi atas krisis kesehatan mental dan degradasi moral.

Hal ini sejalan dengan upaya menyelamatkan masa depan bangsa dari ancaman kerapuhan fisik akibat gaya hidup mager, seperti penggunaan sepeda listrik yang berlebihan pada anak-anak. Dakwah yang jelas dan terukur menjadi kunci utama untuk memastikan hukum Allah tetap tegak di tengah masyarakat modern.

Tidak ada komentar

Gambar tema oleh Deejpilot. Diberdayakan oleh Blogger.